Feeds:
Posts
Comments

Bismillahirahmanirahim,

Semoga Allah menuntun kita memahami Al Quran dan memahami hakikat kejadian makhluk.

Dalam Al Quran Allah berfirman bahawa setiap makhluk telah ditetapkan rezeki masing.

Timbul persoalan kenapa ada kebuluran di beberapa tempat seperti di Ethopia dan sebagainya. Alhamdulillah saya menemui jawabannya di sini. https://mediadanperaga.wordpress.com/2013/02/23/allah-swt-menjamin-rezeki-pada-setiap-makhluk/

Semoga kita selalu mensucikan Allah yang Maha Suci dari segala kekurangan.

Kepadanya taubat dan harapan.

Juga lihat kupasan rezeki di langit vs rezeki di bumi.

https://www.youtube.com/watch?v=XZ9kNSh0hOg&feature=share

Advertisements

How to Increase One’s Love of Allah ﷻ

Ibn al-Qayyim – رحمه الله says:

*“The reasons which cause Mahabbah of Allah ﷻ to develop, are 10:*

*Firstly:* Reciting the Qur‘an, reflecting and understanding its meaning and its intent.

*Secondly:* Drawing closer to Allah ﷻ through optional deeds, after fulfilling the obligatory duties.

*Thirdly:* Being continuous in the dhikr (remembrance) of Allah ﷻ, with the tongue, the heart and the limbs – under all circumstances. The more constant the dhikr, the more mahabbah develops and intensifies.

*Fourthly:* Giving precedence to what Allah ﷻ loves over personal loves, when being overcome by desires.

*Fifthly:* Contemplating and deliberating over the Names and Attributes of Allah ﷻ.

*Sixthly:* Recognising and remembering the favours and bounties of Allah ﷻ – both the manifest and hidden.

*Seventhly:* To be humble and submissive before Allah ﷻ – and this is the greatest matter.

*Eightly:* To be in seclusion reciting the Qur‘an, during that time in which Allah ﷻ descends to the lowest heaven (which is the last third of every night), finishing this recitation with seeking Allah’s forgiveness and repenting to Him.

*Ninthly:* To sit in the gatherings of true and sincere lovers of Allah ﷻ, reaping the fruits of their speech, and not to speak except if there is benefit in it and that you know that such talk will increase you in goodness and that it will benefits others as well.

*Tenthly:* To stay clear of all those causes which distances the heart from Allah – the Mighty and Majestic.

*So these are the ten reasons which cause the person to develop true love for Allah ﷻ and to reach the rank of al-muhabbah, by which he reaches his Beloved.”*

(Madarijus-Salikin, 3/17-18)

#KnowHimToLoveHim

https://www.youtube.com/watch?v=xmc0-vK9R38&feature=share

Bismillahirahmanirahim

Bagi ibadah khususiah (solat, puasa, haji etc) memang niat pekerjaan itu hanya khusus untuk Allah semata. Semoga kita menjaga niat kita.

Manakala hal2 perbuatan kita yang lain biasanya kita buat atas tujuan tertentu. Seperti membersihkan rumah atau kereta sebab mahu nampak bersih. Niat semacam ni insyaallah juga diterima sebagai "kerana Allah". Berikut hadis Baginda SAW yang dapat kita fahami perkara ini.

🔥 For the sake of Allaah or for the sake of Shaitaan?!

Ka`b ibn `Ujarah رضي الله عنه said: “A man passed by the Prophet صلى الله عليه وسلم and his Companions were impressed by the man's strength and energy. They said: ‘O Messenger of Allaah صلى الله عليه وسلم, if only this was for the sake of Allaah!’

The Messenger of Allaah صلى الله عليه وسلم said:
🌟❝If he goes out to work for the sake of his young children, he is striving for the sake of Allaah;
🌟if he goes out to work for the sake of his aged parents, he is striving for the sake of Allaah;
🌟if he goes out to work to keep himself from having to beg, he is striving for the sake of Allaah;
🚫but if he goes out to work for the purposes of showing off and boasting, then he is striving in the way of the Shaytaan.❞

[al-Tabaraanee in al-Kabeer (282) and in al-Sagheer (940) and graded as “Saheeh li-ghairihi” by Shaikh al-Albaanee in Saheeh al-Targheeb (1692 & 1959) and in al-Saheehah (2232) from the Hadeeth of Abu Hurairah]

Asalkan kita bukan buat sesuatu benda kerana menunjuk2 atau untuk perhatian orang. Allah tetap menerima amalan tersebut dan memberi pahala yang banyak insyaallah. Sungguh Allah Maha Kasih pada hambaNya. Luas sungguh RahmatNya.

Tapi sudah semestinya bila kita buat sesuatu amalan sambil ingat pada Allah dan mengharapkan pahalaNya, itu lebih baik dan mulia.

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] dia berkata, saya membaca di hadapan [Malik] dari [Sumai maula Abu Bakar] dari [Abu Shalih as-Samman] dari [Abu Hurairah ra] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalau manusia tahu pahala dalam adzan dan shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan jalan keluar untuk mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, niscaya mereka akan mengadakan undian. Dan seandainya mereka mengetahui pahala bersegera ke masjid, niscaya mereka akan bersegera kepadanya. Dan kalau mereka mengetahui pahala shalat Isya’ dan shubuh, niscaya mereka akan mendatangi keduanya walaupun dengan cara merangkak’.” (HR. Muslim: 661 ) – http://hadits.in/muslim/661

The love of desirable things is made alluring for men– women, children, gold and silver treasures piled up high, horses with fine markings, livestock, and farmland– these may be the joys of this life, but God has the best place to return to. [Ali Imran 3:14]

– Maksud ayat Quran terjemahan Abdul Halem

Bismillahirahmanirahim 

Secara umumnya saya rasakan hati umat islam terguris dan kecewa dengan perbalahan antara negara2 arab sekarang ini. Arab saudi, UAE dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar. Difahami atas sebab Qatar memberi sokongan pada kumpulan Hamas dan Ihkwanul Muslimin. Kita boleh bersetuju dan tak bersetuju dengan kumpulan tersebut namun memutuskan hubungan sesama Islam ditengah sama sekali. Apatah lagi terdapat bukti2 dakyah israel dalam memainkan permusuhan ini. Pada Allah lah kita berserah diri. Dia lah Rabb Arasy yang ‘Azim.

Lihat berita : Saudi FM: Qatar must stop supporting Hamas, Brotherhood

http://aje.io/yq6q

Berikut peringatan di dalam Al Quran :

Dan (sebaliknya) orang-orang yang merombak (mencabuli) perjanjian Allah sesudah diperteguhkannya dan memutuskan perkara-perkara yang disuruh oleh Allah supaya dihubungkan, serta mereka pula membuat kerosakan dan bencana di muka bumi, – mereka itu beroleh laknat, dan mereka pula beroleh balasan hari akhirat yang seburuk-buruknya.

(Ar-Ra’d – 25)

Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya, dan Ia juga yang menyempitkannya. Dan mereka (yang ingkar): bergembira dengan kehidupan dunia, sedang kehidupan dunia itu tidak lain, hanyalah kesenangan yang kecil dan tidak, kekal berbanding dengan kesenangan hari akhirat.

(Ar-Ra’d – 26)