Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih. (3:188)
Kadang2 ada perkara yang apa yang kita sumbangkan terlalu kecil, tetapi orang ramai melihat seolah2 kita lah yang menjayakannya. Kemudian orang ramai memuji2 kita. Awas! Kalau kita terikut2 dengan bisikan syaitan – agar berasa senang dengan pujian itu, maka bagi kita siksa yang pedih!
Katakanlah; “Semuanya (datang) dari sisi Allah”.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan : “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan : “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah : “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun? (4:78)
Kadang2 kita bertemu dengan orang2 yang suka bercakap tentang kebaikannya. Pernah kawan saya menghadiri konvo tadika anaknya di Kemas. Dijemput seorang VIP dari sebuah parti, berjawatan Ketua Pemuda Negeri. Kemudian VIP ini memberi ucapan didepan kanak2 dan ibu bapa mereka seolah2 dia sedang berucap di Perhimpunan Tahunan Parti. Ditagih2nya pujian2 hadirin atas apa yang kerajaan telah berikan, diwar2kan dia sendiri memberi sumbangan yang banyak untuk program tersebut, dan bagaimana dia sanggup berkorban dari pergi menjemput PM di airport hanya untuk datang ke program tersebut.
Tak kiralah “dia” itu dari parti mana.. Allah menyuruh kita mengambil pelajaran. Sebenarnya mungkin saja kita yang begitu. Kita memohon perlindungan Allah dari sukanya kita kepada mendengar puji2an, dan memohon semoga kita sentiasa ingat pada hari perhitungan (Yaumul Hisab).














